Pemilu dan proses demokrasi adalah milik masyarakat dan yang menentukan hasil demokrasi adalah masyarakat, maka kami ingin bersama masyarakat”,demikian disampaikan Ketua KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Aksar Anshori,dalam sambutannnya saat membuka kegiatan Kursus Pengembangan Kompetensi Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi, di Aula Sekretariat KPU Kab. Dompu, Rabu(5/10).
Kursus Pemilu dikuti 30 orang peserta, yang berasal dari berbagai segmen diantaranyakomunitas angkatan, guru PPKn, kader posyandu, bidan, dan penyandang disabilitas.Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilihnya. Dijelaskan, sebenarnya banyak kegiatan yang dirancang untuk kegiatan pendidikan pemilih,tetapi karena keterbatasan dana, maka KPU NTB dan KPU Kabupaten/Kota hanya membuat Rumah Pintar Pemilu (RPP).
“Kegiatan kursus hari ini, akan berdiskusi tentang pemilu dan demokrasi, yang melibatkan peserta sebanyak 30 orang yang berasal dari berbagai komunitas”, ujar Aksar. Aksar menambahkan, kita patut berbangga, karena program pendidikan pemilih yang dilaksanakan saat ini, hanya diberikan kepada sembilan provinsi se-Indonesia, dan salah satunya adalah Provinsi NTB, dan dua kabupaten yang menjadi pilot project untuk pendidikan pemilih yakni Kabupaten Dompu dan Bima.
Dalam melaksanakan pendidikan pemilih tersebut, KPU Prov. NTB, KPU Kab. Dompu, dan Kab. Bima, sudah mendirikan RPP, yang didalamnya menyiapkan materi untukmemperkenalkan, menanamkan kesadaran dan menginspirasi masyarakat akan pentingya nilai–nilai demokrasi, mulai dari proses pemilu, dan simulasi proses pemilihan, dan yangpaling penting, RPP dapat menjadi wadah bagi komunitas pegiat pemilu dalam melahirkan gagasan pembaruan dan proses perbaikan politik dan demokrasi, untuk itu, “Mari datang dan kunjungi KPU Prov. NTB dan KPU Dompu teman-teman komunitas diberikan akses seluas-luasnya, setiap saat dapat berdiskusi, bertukar pikiran melahirkan gagasan dan ide yang cemerlang untuk perbaikan pemilu dan demokrasi," ajak Aksar.
Sumber: kpu





