Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa dikatakan masih relatif lama, yakni pada tahun 2018 yang akan datang. Namun sejumlah figur sudah mulai bermunculan dan diprediksi akan mewarnai perhelatan politik daerah ini.
Keberadaan Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, MA yang menakhodai partai politik yakni sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTB dan organisasi masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat yakni Nahdlatul Wathan (NW) pun dianggap masih memiliki peran penting dalam suksesi pemilihan Kepala Daerah NTB periode mendatang.
Namun karena TGH Muhammad Zainul Majdi yang telah memimpin dua periode di Nusa Tenggara Barat, membuat Gubernur dengan segudang prestasi ini tidak dapat mencalonkan diri lagi, sehingga sebagai Ketua Partai Politik maupun Ketua Dewan Tanfiziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan akan mencari kader atau figur terbaik untuk melanjutkan segala program pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Nama besar organisasi Nahdlatul Wathan, meski dilahirkan di Pancor Lombok Timur namun sebarannya telah telah memenuhi seantero nusantara bahkan telah mendunia, dengan massa (jemaah) militan yang sangat riil dan patuh terhadap perintah guru maupun Pengurus Besar Nahdlatul Wathan. Termasuk di provinsi Nusa Tenggara Barat, organisasi NW telah memiliki pengurus di seluruh kabupaten dan kota, sampai ke pengurusan tingkat desa dan dusun.
Karena itulah, tidak heran jika para figur yang berencana tampil pada pesta demokrasi NTB tahun 2018 mulai berdatangan untuk “meminang” organisasi NW untuk mendapat dukungan, baik dijadikan pasangan calon Gubernur maupun calon Wakil Gubernur mendatang.
Para pengamat politik di Nusa Tenggara Barat pun mulai memasang konfigurasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur ideal sebagai penerus ikhtiar pembangunan yang telah dirintis oleh Gubernur KH Muhammad Zainul Majdi selama dua periode yang lalu.
Salah seorang pengamat politik Nusa Tenggara Barat menyebutkan, setidaknya ada enam (6) kemungkinan konfigurasi pasangan yang akan diusung oleh organisasi NW dibawah kepemimpinan Tuan Guru Bajang (TGB) KH M. Zainul Majdi pada pemilihan Kepala Daerah NTB tahun 2018 mendatang.
Keenam konfigurasi tersebut diantaranya:
1. Farid Amir berpasangan dengan Hj. Siti Rohmi Djalilah,
2. HM Suhaili FT berpasangan dengan Hj. Siti Rohmi Djalilah,
3. Hj. Siti Rohmi Djalilah berpasangan dengan H. Moh. Amin,
4. HM Ali BD berpasangan dengan H. Khairul Rizal
5. H. Akhyar Abduh berpasangan dengan Hj. Siti Rohmi Djalilah, dan
6. Hj. Siti Rohmi Djalilah berpasangan dengan Zulkiflimansyah.
Menurut analisa politik para pengamat, jika kedua “mesin” ini dihidupkan secara optimal dan maksimal yakni Organisasi NW dan Partai Demokrat, maka bisa dipastikan bahwa calon pasangan pemenang Pilkada NTB tahun 2018 mendatang adalah mereka yang berhasil “meminang” Organisasi NW Pancor, yang secara otomatis pula akan mendapat dukungan penuh dari Partai Demokrat.
Sumber: lombokkita







0 komentar:
Posting Komentar